• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.

Senin, 22 Oktober 2018

ANY KIND OF "UNGGAS"

ANY KIND OF "UNGGAS"

PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN ( UNGGAS )

Pengertian Unggas 

Unggas (Bahasa Inggris : puoltry) adalah jenis hewan ternak kelompok burung yang dimanfaatkan untuk daging dan/atau telurnya. Umumnya merupakan bagian dari ordo Galliformes (seperti ayam dan kalkun), dan Anseriformes (seperti bebek).

Unggas secara umum dapat diartikan sebagai ternak bersayap, yang dalam taksonomi zoologinya termasuk golongan kelas Aves. Jenis unggas cukup banyak, diantaranya adalah ayam, itik, kalkun, dan angsa. Secara taksonomi zoology bangsa burung bisa digolongkan sebagai unggas, tetapi sampai saat ini yang tercantum dalam undang-undang pokok kehewanan, bangsa burung masih belum digolongkan ternak unggas. Di dalam undang-undang tersebut bahwa yang dimaksud sebagai unggas adalah ternak bersayap yang sudah lazim dipelihara oleh masyarakat. Tidak menutup kemungkinan bangsa burung masuk dalam jenis unggas karena burung secara taksonomi zoology juga termasuk ke dalam kelas Aves, selain itu burung juga mempunyai ciri-ciri seperti unggas.
PENGETAHUAN BAHAN MAKANAN ( UNGGAS )
Macam – macam Daging Unggas :

1.    Daging Ayam
  • Warna daging umumnya putih pucat
  • Serat daging halus
  • Konsistensi kurang padat
  • Diantara serat daging tidak terdapat lemak
  • Warna lemak ke kuning-kuningan dengan konsistensi lunak
  • Bau agak amis sampai tidak berbau.
2.   Daging Kalkun.
  • Jauh lebih keras dibandingkan dengan daging ayam negeri.
3.    Daging Bebek. 
  • Daging bebek lebih liat dan basah, tetapi rasanya gurih dibandingkan dengan daging unggas lain.
  • Daging bebek memiliki aroma yang lebih amis, sehingga penangannya tentu lebih rumit dibandingkan daging ayam.
  • Terutama untuk mengempukkan dagingnya yang liat serta menghilangkan aroma amis yang menyengat, dibutuhkan waktu dan pengalaman memasak.
Macam-Macam Daging Unggas



Struktur Daging Unggas


1. Otot


Komponen karkas yang paling mahal adalah otot. Bagian terbesar otot terdapat dibagian dada, sehingga besarnya dada dijadikan ukuran untuk membandingkan kualitas daging pada broiler. Fungsi otot yang utama bagi tubuh unggas adalah untuk menggerakan tubuh, menutupi tulang dan membentuk tubuh. Otot pada dada ayam berwarna lebih terang sedangkan otot pahanya berwarna lebih gelap, disebabkan ayam lebih banyak berjalan dari pada terbang, sehingga menyebabkan pigmen mioglobin terdapat lebih banyak pada otot paha.

2. Lemak

Lemak mempunyai tiga tipe, yaitu lemak bawah kulit (subcutan), lemak perut bagian bawah (abdominal) dan lemak dalam otot (intramuscular). Persentase lemak abdominal pada ayam lebih tinggi daripada ayam jantan, dan bobotnya semakin bertambah dengan meningkatnya umur. Kandungan lemak subkutan dipengaruhi oleh umur. Lemak subkutan meningkat dari 13,25 % pada umur 3 minggu menjadi 33,87 % pada umur 9 minggu.

3. Tulang

Sistem pertulangan pada unggas berbeda dengan pertulangan pada mamalia. Tulang unggas ringan tetapi kuat dan kompak, karena mengandung garam kalsium yang sangat padat. Umumnya tulang-tulang yang panjang membengkok, yang membuat tulangmenjadi ringan, dan tulang-tulang tersebut bergabung bersama-sama membentuk susunan yang kokoh yang mana juga merupakan tempat bertautnya daging. Tulang disamping merupakan kerangka bagi tubuh dan tempat bertautnya daging, juga berfungsi melindungi organ tubuh, dan sumsum tulang.

4. Kulit 

Kulit unggas berfungsi melindungi permukaan tubuh. Kulit mempunyai kelenjar minyak atau “oil gland” yang terdapat pada pangkal ekor. Kulit terdiri atas dua lapis,lapisan luar disebut epidermis dan bagian dalam disebut dermis. Paruh dan kuku serta kulit pada kaki serta bulu terdiri atas epidermis. Jengger dan daun telinga dari dermis yang ditutupi epidermis. Epidermis terdiri atas dua lapisan tipis bagian luar disebut “stratum corneum” dan bagian dalam disebut “rete malphigi” atau “stratum germinatum”. Dermis tersusun dari jaringan pengikat yang mengandung banyak lemak. Kulit unggas relatif tipis dibandingkan dengan kulit mamalia. Pada ayam, kulit sangat sensitif waktu rontok bulu (molting), karena jaringan syaraf, otot dan pembuluh darah yang mengalir di dalam kulit berhubungan dengan akar bulu. Warna kulit dipengaruhi oleh pigmen kulit, melanin dan santophyl. Kulit mempunyai beberapa fungsi yaitu melindungi bagian dalam kulit secara mekanik terdapat kemungkinan masuknya zat-zat,melindungi kulit terdapat cahaya atau sinar yang akan masuk, karena pada sel epidermis terdapat pigmen melanin,mengatur temperatur tubuh,sebagai, kelenjar sekresi, yaitu tempat keluarnya keringat,tempat pembentukan vitamin D dari cholesterol dan sebagai tempat berlangsungnya respirasi.

Jenis Potongan Unggas 


1. Chicken Leg

Potongan ini merupakan potongan ayam yang dipotong menjadi 4 bagian. Biasanya digunakan untuk olahan dengan teknik ditim dan casseroles.

2. Drumstick 

Potongan ini paling cocok untuk membuat masakan fast food, ayam bakar.

3.Thigh

Jenis potongan ini digunakan untuk membuat olahan dengan menggunakan cairan lebih banyak seperti stuffing dan braising.

4. Chicken Breast

Potongan ini adalah bagian dari potongan ayam yang dibagi menjadi 4 bagian. Potongan ini merupakan gabungan dari dada dan sayap. Biasanya digunakan pada olahan casseroles, stewing dan roasting.
Komposisi kimia daging unggas Daging unggas tersusun atas komponen-komponen protein, lemak, karbohidrat, vitamin, air, mineral dan pigmen. Kadar masing-masing berbeda tergantung pada jenis, umur, dan jenis kelamin unggas. Daging ayam mengandung lemak relatif lebih rendah, yang terdiri dari asam lemak jenuh dan tak jenuh. Daging ayam mengandung vitamin dan mineral yang jumlahnya relatif rendah. Vitamin daging ayam meliputi niacin, riboflavin, tiamin dan asam askorbat, sedangkan mineral terdiri dari natrium, kalium, magnesium, kalsium, besi, fosfor, sulfur, klorin dan iodin. Pigmen unggas meliputi mioglobin dan hemoglobin. Warna normal daging unggas adalah putih keabuan hingga merah pudar atau ungu.
  1. Sumber protein.
  2. Di dalam unggas tedapat Carnocyn yang memiliki fungsi sebagai anti-oksidan dan sebagai penghubung sel otak dalam berkomunikasi atau sebagai neurotransmitter.Selain itu, Carnocyn berperan penting dalam daya ingat seseorang, meningkatkan kekebalan tubuh,
  3. Mengurangi dan mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh amiloid beta (zat yang ditemukan di dalam otak pasien Alzheimer).
  4. Meningkatkan metabolisme dan kesigapan mental melalui stimulasi fungsi otak.
  5. Sebagai sumber penghasilan.
  6. Sebagai bahan baku industri.
  1. Bentuk karkas padat (kompak),paha,betis,sayap dan dada berdaging tebal
  2. Tulang dada mudah ditekan/masih lentur
  3. Perlemahan menyebar rata di bawah kulit yang menutupi seluruh bagian karkas
  4. Kulit harus utuh dan tipis, tidak memar, tidak sobek atau banyak goresan. Warna kulit putih agak kekuningan
  5. Warna daging Putih
  6. Daging putih sedikit kuning (terlalu kuning jangan dipilih, dikhawatirkan terlalu lama dipotong dan diberi zat pewarna)
  7. Tidak ada pendarahan dan bekas luka

Pengolahan Unggas

Tidak beda dengan daging sapi, unggas setelah dipotong perlu didiamkan atau diperam dahulu sekitar empat jam, untuk ayam dan burung. Sebaliknya, untuk kalkun perlu melalui proses penyimpanan selama 12 jam agar daging jadi lebih empuk. Warna merah tua pada daging unggas, karena adanya pigmenmyoglobin. Hal initidak terdapat pada daging yang berwarna putih. Aroma ayam keluar dan larut dalam air sewaktu ayam direbus. Aroma yang enak ini karena adanya zat-zat glutatbion, tripeptide glutamic acid, cystine dan glycine.
Unggas dapat dimasak dengan cara dipanggang di dalam oven atau di atas bara api pada temperatur 149-1630 Celcius (300-3250 Fahrenheit). Untuk burung dara, sebelum dimasukkan di dalam oven, diulas dulu dengan margarin yang telah dilelehkan agar aromanya lebih baik dan lebih guruh. Bila terlalu panas, misalnya sampai 4500 Fahrenheit, daging menjadi kering dan keras.

Hasil Olahan Unggas

Makanan olahan dari daging ayam

a. Nugget

Nugget adalah salah satu pangan hasil olahan daging ayam yang memiliki citarasa khas daginng, biasanya berwarna kuning oranye.

b. Betutu

Betutu adalah lauk yang terbuat dari ayam atau bebek utuh yang berisi bumbu, kemudian dipanggang di api  sekam.  
Betutu ini telah dikenal diseluruh kawasan pulau Bali.
Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali saja, namun warga Indonesia dan turis asing juga bayak yang menyukai masakan ini. Betutu tidak tahan lama.

c. Sate Ayam

Sate ayam adalah makanan khas Indonesia. Sate ayam dibuat dari daging ayam. Pada umumnya sate ayam dimasak dengan cara dipanggang menggunakan arang. Dan disajikan dengan bumbu kacang atau bumbu kecap. Sate biasanya disajikan dengan lontong.

d. Ayam Goreng

Ayam goreng adalah hidangan dari daging ayam yang digoreng dalam minyak panas. Beberapa rumah makan siap saji mengkhususkan diri menghidangkan ayam, misalnya Kentucky Fried Chicken. 
Sementara itu beberapa rumah makan di Indonesia juga menghidangkan ayam goreng tradisional Indonesia.

Makanan olahan dari daging bebek

a. Bebek Goreng.

Bebek goreng adalah makanan khas Jawa Timur. Bebek goreng dapat kita jumpai dari kaki lima hingga restoran besar. Bebek goreng biasanya disajikan dengan nasi hingga disebut dengan nasi bebek. Selain itu juga disajikan dengan lalapan seperti daun kemangi. Yang paling khas dari nasi bebek adalah bumbu kuning yang disiramkan pada nasi.

b. Bebek peking

Bebek peking adalahmakanan khas Tingkok yang berasal dari Beijing. Makanan ini juga dapat dijumpai di Thailand. Bebek peking orisinil dibuat dari bebek-bebek yang diternakan secara khusus. Bebek tersebut disajikan setelah dipanggang dengan kayu-kayu bakar khusus yang akan menentukan 
wangi atau tidak bebek yang dipanggang tadi.

c. Bebek Betutu

Bebek betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat bali. Biasanya dibuat dari bebek yang dibungkus daun pisang lalu dibungkus pelepah pinangsehingga rapat. Bebek ditanam dilubang ditanah  lalu ditutup dengan bara api selama 6-7 jam.


POTONGAN SAYURAN


Kali ini saya akan membahas tentang potongan sayuran dan penggunaanya. Mari kita simak seksama...

Berbagai macam potongan sayuran yang sering digunakan untuk makanan appetizer, soup maupun maincourse. Yang termasuk potongan sayuran yaitu jardiniere, juliene, brunoise, macedoine, dll


  1. Jardiniere / balok
    Potongan ini biasanya digunakan dalam hidangan steak / maincourse yang berukuran 3cm x 1cm x 1cm.
  2. Juliene
    Potongan ini biasanya digunakan dalam hidangan salad / appetizer yang berukuran 4cm x 2mm x 2mm.
  3. Brunoise
    Potongan ini biasanya digunakan dalam isian roughut yang berukuran 2mm x 2mm x 2mm.
  4. Macedoine
    Potongan ini biasanya digunakan dalam isian soup yang berukuran 1cm x 1cm x 1cm.
  5. Allumate
    Potongan ini seperti batang korek api tetapi lebih besar dari juliene yang berukuran 3cm x 3mm x 3mm.
  6. Paysane
    Potongan ini biasanya digunakan untuk isian soup dengan ukuran 1cm x 1cm.
  7. Chiffonade
    Potongan halus pada sayuran seperti kol, sawi, lettuce.
  8. Chopped
    Dicincang halus / kasar pada umbi lapis seperti onion, garlic, shallot.
  9. Slice
    Potongan ini berbentuk irisan, baik itu tebal maupun tipis. Biasanya potongan ini digunakan untuk tomato, sucini, carrot.
  10. Turning
    Potongan turning biasa digunakan untuk soup contohnya potato, labu siam.
  11. Vichy
    Potongan ini hampir sama dengan slice yaiyu potongan asli dari bentuk sayuran tersebut contohnya carrot vichy                                                  SUMBER https://safetyzone-work.blogspot.com/2013/09/macam-macam-potongan-sayuran.html





sumb

TEKNIK DASAR MEMASAK

TEKNIK DASAR MEMASAK

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit meyalurkan ilmu tentang dasar memasak, karena memasak jika tidak menggunakan dasar tidak akan jadi masakan. Masak memakai wajan dikasih minyak untuk menggoreng pun juga ada teknik dan namanya lho. Mari kita simak

1. Teknik Boiling
Teknik ini dapat disebut dengan teknik merebus, yaitu teknik memasak dengan media air penuh hingga dapat merendam makanan yang didihkan hingga 100°C. Di aplikasikan untuk air rebus, kaldu, susu, santan dll.
2. Teknik Poaching
Teknik ini hampir sama dengan teknik boiling namun yang berbeda media air dengan jumlah yang sebatas menutupi makanan yang menggunakan api kecil sehingga suhu air kisaran 92ºC hingga 96ºC. Di aplikasin untuk poaching telur
3. Teknik Simmering
Pada teknik ini masih menggunakan air, dimana makanan akan direbus terlebih di dalam air yang didihkan hingga 100ºC kemudian api dikecilkan dibawah titik didih dan biarkan hingga dipermukaan makanan keluar gelembung-gelembung. Di aplikasikan pada kaldu, soto, rawon, kare, dll
4. Teknik Stewing
Teknik ini lebih dikenal dengan penyetupan, dimana makanan yang sudah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu akan dimasak menggunakan cairan yang sedikit. Diaplikasikan pada opor, rendang, dll
5. Teknik Braising
Teknik ini hampir sama dengan teknik stewing hanya saja pada teknik ini makanan akan direndam terlebih dahulu didalam bumbu baru dimasak. Di aplikasikan pada iga sapi
6. Teknik Steaming
Teknik steaming atau pengukusan dimana makanan akan dimasak menggunakan uap air yang mendidih. Diaplikasikan pada roti, puding, ikan, dll.
7. Teknik Bain Marie
Teknik Pengetiman ini menggunakan 2 panci dengan ukuran yang berbeda, pada panci pertama yang lebih besar di isi dengan air dan di biarkan mendidih. Sedangkan panci kedua yang lebih kecil di isi dengan bahan makanan yang di aka diolah kemudian di masukkan kedalam panci besar. Dapat diaplikasin pada coklat, mentega, dll
8. Deep Frying
menggoreng
Teknik memesak menggunakan minyak yang banyak, sehingga semua bahan makanan yang akan diolah akan terendam di semua di dalam minyak. Alat atau wajan penggorengannya disebut dengan Deep Fryer. Di aplikasikan untuk kentang goreng, ayam goreng, nugget, dll.
9. Teknik Shallow Frying
Teknik ini menggunakan media minyak yang dilumuri diatas wajan yang datar. Diaplikasikan pada roti bakar, telur goreng, dll
10. Teknik Baking
Makanan akan dipanaskan atau dimasak didalam oven tanpa media air ataupun minyak. Diaplikasikan pada pizza, cake, dll.
11. Teknik Roasting
Roasting adalah teknik memasak menggunakan minyak atau lemak di dalam oven teknik ini disebut dengan pemanggangan yang menghasilkan makanan kering dan matang. Diaplikasikan untuk kalkun, ayam, dll.
12. Teknik Grilling
Teknik ini akan memasak makanan yang sudah dipotong kecil-kecil langsung diatas bara api atau disebut dengan gril. Diaplikasian untuk barberque dan steak
13. Teknik Saute
Teknik ini disebut dengan mengumis, dimana makanan akan dimasak menggunakan minyak yang sedikit dengan wajan yang datar. Diaplikasikan pada makanan tumis


CARA MEMPERTAHANKAN NUTRISI PADA SAYURAN YANG DIMASAK

Haiiiii kembali lagi dengan postingan saya, kali ini saya mau memposting tentang sayuran juga nih seperti miggu lalu. Tetapi kali ini saya akan memposting tentang bagaimana mengolah sayuran agar gizinya tidak hilang. kebanyakan dari kalian pasti ada yang belum paham tentang pengolahan sayuran. Mungkin ada yang berfikir "ah direbus yang lama nanti juga bakalan matang", eits tidak semua sayuran bisa direbus lama lho, bahkan merebus lama itu bisa meurunkan bahkan menghilangkan kadar gizi nya. Mari kita simak artikel berikut.

Bagaimana cara memasak sayuran agar nutrisinya tidak hilang?

Terdapat banyak cara dalam memasak sayuran, mulai dari perebusan, pengukusan, sampai menumis sayuran dengan sedikit minyak. Masing-masing metode memasak ini tentu memiliki efek yang berbeda-beda terhadap sayuran.
Beberapa tips memasak agar nutrisi dalam sayuran tidak hilang, yaitu:

1. Cuci sayuran dengan air mengalir, jangan direndam

Sebelum memasak sayuran, Anda perlu mencucinya terlebih dahulu. Mencuci sayuran berguna untuk menghilangkan bakteri, kuman, maupun pestisida yang menempel pada sayuran. Cuci sayuran pada air mengalir dan jangan pernah mencoba untuk merendamnya. Merendam sayuran hanya akan membuat kandungan nutrisinya hilang, seperti vitamin C. Perlu diketahui bahwa vitamin C sangat rentan terhadap panas, air, dan udara.

2. Potong sayuran dalam bentuk besar-besar

Untuk sayuran yang banyak mengandung vitamin larut air, seperti vitamin C, potonglah sayuran dalam bentuk besar atau Anda juga bisa memasaknya dalam bentuk yang utuh. Hal ini berfungsi agar tidak banyak kandungan nutrisi yang hilang selama proses pemasakan. Semakin kecil potongan sayuran, semakin banyak nutrisi yang dapat hilang saat proses pemasakan.
Jika Anda ingin mendapatkan potongan sayuran yang lebih kecil, Anda dapat memotongnya lagi setelah selesai dimasak. Sebagai contoh, Anda dapat merebus kentang utuh dengan kulitnya, kulit kentang juga mengandung nutrisi yang banyak sehingga sayang untuk dibuang. Kemudian, setelah selesai direbus, Anda dapat memotong kentang menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah untuk dimakan.

3. Jaga waktu, suhu, dan air saat memasak

Pada saat memasak, sebaiknya Anda perhatikan waktu, suhu, dan juga jumlah air minimum yang digunakan untuk memasak. Waktu masak yang terlalu lama, suhu yang terlalu tinggi, dan jumlah cairan yang terlalu banyak dapat membuat semakin banyak nutrisi yang hilang pada sayuran. Semakin sedikit air yang dipakai untuk memasak, semakin banyak nutrisi yang dapat dipertahankan, terutama untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air.
Oleh karena itu, disarankan untuk memasak sayuran, terutama yang mengandung vitamin larut air (seperti vitamin C dan vitamin B)- dengan cara dikukus, cara ini terbukti paling baik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brokoli yang dimasak dengan cara dikukus dapat mempertahankan kandungan vitamin C-nya hingga 80%, daripada dimasak dengan metode lain.

4. Pilih metode memasak yang sesuai

Dengan menggunakan metode memasak yang tepat, Anda dapat mengurangi jumlah nutrisi yang hilang karena proses pemasakan. Sehingga, Anda tetap mendapatkan nutrisi optimal dalam sayuran yang Anda makan.
  • Mengukus sayuran

Sudah disebutkan di atas bahwa metode memasak dengan cara dikukus adalah metode memasak yang paling baik untuk sayuran, terutama untuk sayuran yang mengandung vitamin larut air. Sayuran yang sebaiknya dikukus adalah brokoli, wortel, kembang kol, kacang hijau, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. Mengukus terbukti dapat mempertahankan kandungan nutrisi dari sayuran lebih banyak daripada metode memasak lainnya. Anda bisa menggunakan panci khusus mengukus atau microwave untuk mengukus sayuran.
  • Memanggang sayuran

Anda bisa memanggang sayuran dalam oven atau di atas kompor. Sayuran diberi minyak terlebih dahulu sebelum dipanggang. Pangganglah sayuran sampai berubah warna dan teksturnya menjadi renyah. Memotong sayuran lebih kecil dapat mempersingkat waktu pemanggangan sampai sayuran berubah warna. Sayuran yang bisa dimasak dengan metode ini adalah asparagus, labu, buncis, kacang panjang, wortel, atau bawang bombay.  
  • Menumis sayuran

Menumis dilakukan dengan sedikit minyak. Masakan Anda akan menjadi lebih sehat bila Anda menggunakan minyak zaitun atau minyak kanola untuk memasaknya. Menumis dapat mempertahankan vitamin dan mineral, juga rasa dan warna sayuran. Menumis sangat cocok untuk memasak sayuran, seperti asparagus, baby artichoke, kacang kapri, paprika, bawang, dan jamur.
  • Merebus sayuran

Ini mungkin metode yang paling sering Anda pakai dalam memasak sayuran. Metode ini tergolong mudah dan cepat dilakukan. Jika Anda ingin mempertahankan rasa dan kerenyahan sayuran, Anda bisa menunggu air sampai mendidih baru masukkan sayuran ke dalamnya. Anda bisa menggunakan metode ini untuk merebus kacang, kentang, bit, dan sayuran akar lainnya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Anda juga bisa menggunakan metode blanching, yaitu merebus sayuran dalam waktu yang cepat pada suhu air yang lebih rendah, sebelum air mendidih. Agar Anda tidak kehilangan vitamin dan mineral yang larut dalam air selama proses perebusan, Anda dapat mengonsumsi air rebusannya tersebut, seperti pada sup.



SUMBER https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/cara-memasak-sayuran-agar-nutrisi-tidak-hilang/

Senin, 08 Oktober 2018

SAYURAN ANDA CEPAT BUSUK? INI PENCEGAHANNYA

Assalamualakum teman teman. Pada kesepatan kali ini saya akan sedikit menyalurkan ilmu untuk kalian tentang PEYIMPANAN SAYURAN yang baik dan benar.Karena setiap sayuram mempunyai karakteristik masing masing, maka dalam penyimpanan bahkan penanganan ada caanya sendiri sendiri dan berbeda beda. Langsung saja kita simak cara penyimpanan sayuran yang Insyaallah baik dan benar.

Menyimpan Sayur dan Buah di dalam Kulkas

Bagi Anda yang terbiasa berbelanja dalam sekali waktu, seringkali Anda mengandalkan kulkas untuk menyimpan berbagai bahan makanan termasuk sayur dan buah. Namun, tahukah Anda bahwa sayur dan buah tidak bisa disimpan sembarangan di dalam kulkas. Menyimpan sayur dan kulkas harus memperhatikan beberapa hal, diantaranya:

  • Jangan mencampur sayur dan buah
Mencampur sayur dan buah dalam satu rak kulkas dapat mempercepat proses pembusukan makanan. Hak ini dikarenakan buah biasanya memproduksi gas etilen yang dapat bereaksi sebagai hormon pematang dan mempercepat kelayuan.
Etilen adalah hormon alami tumbuhan dalam bentuk gas yang dapat memicu proses pematangan pada buah. Beberapa sayur dan buah adalah penghasil etilen tinggi dan beberapa lainnya sensitif terhadap etilen. Pengetahuan tentang etilen ini dapat digunakan untuk memperpanjang umur bahan makanan dan dapat juga digunakan untuk mempercepat pematangan.
Bahan makanan yang memproduksi etilen diantaranya: apel, aprikot, alpukat, pisang (matang), blueberry, melon, cranberry, buah ara, bwang bombay hijau, jambu biji, anggur, kiwi, mangga, manggis, nektarin, pepaya, markisa, persik, pir, kesemek, plum, kentang, tomat.
Sedangkan bahan makanan sensitif etilen diantaranya: asparagus, pisang (mentah), blackberry, brokoli, kubis, kol, wortel, kembang kol, lobak, mentimun, terong, bawang putih, kacang hijau, kale, sayuran hijau, daun bawang, selada, bawang merah, petersili, paprika, kacang polong, raspberry, bayam, labu, stroberi, ubi jalar, selada air, semangka.
  • Jangan mencuci sayur dan buah saat akan menyimpannya
Mencuci sayur dan buah sebelum menyimpannya akan membuat sayur dan buah menjadi lembab dan mempercepat tumbuhnya bakteri sehinngga akan cepat membusuk.
  • Tetap berikan udara
Jangan menyimpan sayur dalam keadaan tertutup rapat karena hal ini dapat mempercepat proses pembusukan.
  • Rajinlah membersihkan kulkas
Penting untuk selalu menjaga kebersihan kulkas. Jangan menunggu sampai kotor baru membersihkannya. Jangan sampai bahan makanan yang masih segar tercampur dengan bahan makanan yang telah busuk karena terlalu lama berada di dalam kulkas. Segera buang bahan makanan yang telah busuk agar tidak mencemari bahan makanan lain. Selain itu, pastikan tidak ada cairan menggenang di dalam kulkas agar sayur dan buah tidak cepat membusuk.
  • Jangan mencampur sayur dan buah dengan daging dan produk susu
Hindari mencampur sayur dan buah dengan daging mentah dan produk susu ketika menyimpannya di kulkas. Hal ini untuk mencegah munculnya kontaminasi bakteri pada bahan makanan.

Sayur dan buah yang berbeda, disimpan dengan cara yang berbeda pula. Pada umumnya, sayuran membutuhkan 4 jenis penyimpanan, yaitu:
  • Dingin (32-39°F), penyimpanan lembab
  • Sejuk (40-50°F), penyimpanan lembab
  • Dingin (32-39°F), penyimpanan kering
  • Hangat (50-60°F), penyimpanan kering
Tempat penyimpanan terbaik untuk sayuran adalah pada bagian rak kulkas yang terletak pada bagian paling bawah kulkas. Rak biasanya memiliki kontrol kelembaban khusus sehingga memungkinkan penyimpanan sayur dan buah pada suhu dan kelembaban yang sesuai.
Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan lembab, diantaranya:
  • Apel
  • Brokoli
  • Wortel
  • Kol
  • Terong
Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat dingin dengan penyimpanan kering, diantaranya:
  • Bawang merah
  • Bawang putih
Bahan makanan yang sebaiknya disimpan di tempat hangat dengan penyimpanan kering, diantaranya:
  • Paprika
  • Labu
  • Ubi

Tetap Segar dengan Air

Menyimpan sayur dan buah dalam kulkas memang dapat menjadi solusi untuk menjaga bahan makanan tetap segar. Cara ini juga dapat mencegah masalah penurunan gizi karena kandungan vitamin dan mineralnya tidak terurai. Beberapa jenis enzim pun tidak aktif ketika diberada pada suhu dingin, sehingga perubahan-perubahan enzimatis akan terhenti.

Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Beberapa bahan makanan tidak harus disimpan di dalam kulkas. Meskipun begitu, mereka harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Bahan makanan ini diantaranya:
  • Tomat
  • Pisang
  • Kentang
  • Lemon
  • Jeruk Nipis
Tidak semua sayur dan buah membutuhkan kulkas untuk proses penyimpanannya. Namun, kulkas dapat memperlambat proses pematangan dan membantu bahan makanan ini tetap segar.